Sweetcorn Latte Jadi Tren, Kreasi Unik Inggris Bikin Penasaran
Kuliner Viral – Sweetcorn Latte Inggris menjadi bagian dari gelombang baru yang membawa jagung manis keluar dari zona makanan gurih. Sepanjang 2026, sweetcorn mulai muncul dalam latte, gelato, pastry, cheesecake, hingga es krim di Inggris. Tren ini sering dikaitkan dengan konsep swavoury, yaitu perpaduan karakter sweet dan savoury. Namun, penggunaan jagung dalam minuman atau dessert sebenarnya bukan hal baru secara global. Jagung sudah lama hadir dalam makanan manis di berbagai negara Asia, Amerika Latin, dan kawasan lain. Yang berbeda sekarang adalah cara industri kuliner Inggris mengemasnya sebagai pengalaman baru untuk konsumen lokal.
Baca Juga: Chicken Latte Viral di Jakarta, Topping Uniknya Bikin Penasaran
Crystelle Pereira Ikut Membawa Sweetcorn Latte ke Sorotan
Salah satu sosok yang membantu memperkenalkan ide ini kepada audiens Inggris adalah Crystelle Pereira, finalis The Great British Bake Off. Setelah menemukan berbagai kreasi jagung manis saat berkunjung ke Thailand, Pereira membuat versinya sendiri. Ia mengambil inspirasi dari minuman frappé berbahan jagung yang pernah dicicipinya. Versinya memadukan sweetcorn yang diblender, coconut milk, dan espresso. Hasilnya adalah minuman creamy dengan rasa jagung yang lembut dan sentuhan pahit dari kopi. Kreasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sweetcorn dapat bergerak jauh melampaui salad atau topping pizza yang lebih familier bagi banyak konsumen Inggris.
Inspirasi Thailand Memberikan Cerita Menarik di Balik Minuman
Hal yang membuat Sweetcorn Latte Inggris semakin menarik adalah pengaruh lintas budaya di baliknya. Pereira mendapatkan inspirasi setelah melihat penggunaan jagung dalam makanan manis di Thailand. Di sana, sweetcorn dapat ditemukan dalam custard tart, jelly, es krim, dan berbagai dessert. Karena itu, konsep jagung dan rasa manis sebenarnya memiliki akar yang jauh lebih panjang daripada tren Inggris saat ini. Pereira kemudian mencoba menerjemahkan pengalaman tersebut ke format minuman yang lebih familiar bagi penggemar kopi. Espresso memberikan karakter pahit, sedangkan jagung dan kelapa membawa rasa manis serta creamy. Perpaduan tersebut menjadi jembatan antara rasa familiar dan sesuatu yang tidak terduga.
Rasa Manis Alami Jagung Membuat Kombinasinya Masuk Akal
Sekilas, mencampurkan jagung dengan kopi mungkin terdengar aneh. Namun, sweetcorn memang memiliki kandungan gula alami yang memberikan rasa manis khas. Ketika diblender bersama cairan, teksturnya juga dapat membantu menghasilkan sensasi creamy. Karena itu, karakter sweetcorn cukup mudah dipadukan dengan coconut milk atau bahan manis lainnya. Espresso kemudian memberikan kontras melalui rasa pahit dan aroma roasted. Hasil akhirnya tidak harus terasa seperti sup jagung dalam gelas. Sebaliknya, komposisi yang tepat dapat menghasilkan minuman manis, creamy, sedikit nutty, dan tetap memiliki karakter kopi. Inilah salah satu alasan sweetcorn cocok memasuki tren swavoury.
Swavoury Menjadi Kata Penting dalam Tren Kuliner 2026
Istilah swavoury menggabungkan konsep sweet dan savoury. Pendekatan tersebut sebenarnya sudah familiar melalui kombinasi seperti salted caramel. Namun, eksperimen kuliner 2026 membawa konsep itu menuju bahan yang semakin beragam. Sweetcorn menjadi kandidat menarik karena posisinya berada di antara dua dunia rasa. Di Inggris, jagung sering dianggap sebagai bahan gurih. Sementara itu, berbagai budaya telah lama menggunakannya dalam makanan manis. Perubahan persepsi inilah yang membuat tren tersebut menarik. Konsumen bukan sedang menemukan rasa jagung yang benar-benar baru. Mereka justru melihat bahan yang sangat familiar melalui konteks berbeda.
Corn Milk Matcha Juga Mendapat Sambutan di London
Eksperimen sweetcorn di Inggris tidak berhenti pada espresso. Cantoast, bakery bergaya Asia di London, menawarkan corn milk matcha. Menurut salah satu pengelolanya yang diwawancarai BBC, minuman tersebut menjadi salah satu produk terpopuler mereka selama musim panas 2026. Popularitasnya berada di bawah Hong Kong milk tea. Fakta ini memberikan gambaran bahwa minat terhadap minuman berbasis jagung tidak hanya hidup di konten media sosial. Meski demikian, tren tersebut masih tergolong berkembang dan belum menjadi menu standar di jaringan kedai kopi besar Inggris. Karena itu, menyebut sweetcorn latte sebagai tren baru lebih akurat daripada menganggapnya sudah menjadi minuman mainstream.
Sweetcorn Juga Masuk ke Pastry dan Gelato Inggris
Gelombang sweetcorn semakin terlihat ketika bahan tersebut masuk ke kategori dessert lainnya. Pophams di London pernah menghadirkan peach and sweetcorn Danish. Sementara itu, Snowflake menawarkan produk gelato berbasis sweetcorn. Respons pelanggan terhadap kombinasi tersebut menunjukkan adanya ruang bagi eksperimen rasa yang lebih berani. Selain itu, penggunaan sweetcorn pada pastry memberikan keuntungan dari sisi tekstur dan warna. Warna kuning alami membuat tampilannya menarik tanpa membutuhkan dekorasi rumit. Rasa jagung yang lembut juga dapat dipadukan dengan buah, krim, kelapa, atau bahan aromatik. Dengan demikian, popularitas Sweetcorn Latte Inggris sebenarnya merupakan bagian dari tren yang lebih luas.
Pengaruh Kuliner Asia Membentuk Selera Konsumen Inggris
Perkembangan tren ini juga berkaitan dengan meningkatnya ketertarikan Inggris terhadap kuliner Asia. Konsultan makanan yang dikutip BBC menyoroti kuatnya minat terhadap makanan Korea sebagai salah satu faktor yang ikut mengubah kebiasaan makan. Selain itu, bakery bergaya Asia di London semakin memperkenalkan rasa yang sebelumnya kurang umum bagi sebagian konsumen lokal. Sweetcorn, pandan, matcha, taro, dan coconut kemudian mendapat konteks baru. Namun, pengaruhnya tidak berasal dari satu negara saja. Sweetcorn dalam makanan manis memiliki sejarah luas di berbagai budaya. Oleh sebab itu, tren Inggris lebih tepat dipandang sebagai pertemuan berbagai inspirasi global dengan budaya café modern.
Sweetcorn Latte Belum Menjadi Menu Mainstream
Meski ramai diperbincangkan, penting untuk memberikan konteks yang proporsional. Sweetcorn latte belum menjadi minuman yang tersedia secara luas di jaringan kopi mainstream Inggris. BBC pada Agustus 2026 menggambarkan penggunaan sweetcorn dalam minuman dan dessert sebagai tren yang masih berkembang. Sweetcorn milk juga belum umum ditemukan sebagai produk standar supermarket. Namun, kondisi tersebut justru membuat tren ini menarik. Menu yang masih jarang ditemukan cenderung memancing rasa penasaran lebih besar. Jika penerimaan konsumen terus meningkat, bukan tidak mungkin lebih banyak café mulai bereksperimen dengan corn milk, espresso, matcha, atau kombinasi serupa.
Membuat Sweetcorn Latte Membutuhkan Keseimbangan Rasa
Konsep dasar sweetcorn latte sebenarnya cukup sederhana. Sweetcorn matang dapat diblender bersama coconut milk hingga halus. Setelah itu, campuran dapat disaring agar teksturnya lebih lembut. Sedikit madu atau condensed milk dapat digunakan bila membutuhkan tambahan rasa manis. Campuran tersebut kemudian disajikan dengan es sebelum espresso dituangkan. Namun, keseimbangan menjadi kunci. Terlalu banyak jagung dapat membuat minuman terasa berat. Sebaliknya, espresso yang terlalu dominan dapat menutupi karakter sweetcorn. Karena itu, minuman ini menarik sebagai eksperimen rasa, bukan sekadar kombinasi bahan yang dibuat untuk terlihat aneh.
Media Sosial Membantu Rasa Tidak Biasa Mendapat Perhatian
Tren makanan modern sering dimulai dari visual yang membuat orang berhenti menggulir layar. Sweetcorn latte memiliki keuntungan tersebut. Warna kuning corn milk dapat menciptakan lapisan menarik ketika bertemu espresso atau matcha. Selain itu, penggunaan jagung pada minuman menimbulkan pertanyaan sederhana: seperti apa rasanya? Rasa penasaran tersebut sangat cocok dengan format video pendek. Namun, sebuah tren kuliner tidak dapat bertahan hanya melalui visual. Produk perlu menawarkan rasa yang cukup menarik agar konsumen kembali membelinya. Popularitas corn milk matcha di sebuah bakery London memberikan indikasi bahwa konsep jagung dalam minuman memiliki potensi melampaui sekadar konten viral.
Sweetcorn Latte Membuktikan Bahan Sederhana Bisa Terasa Baru
Pada akhirnya, Sweetcorn Latte Inggris menarik bukan karena menemukan bahan baru. Justru sebaliknya, tren ini menggunakan salah satu bahan paling familiar dan menempatkannya dalam konteks berbeda. Sweetcorn yang biasa masuk salad, pizza, atau makanan gurih kini bertemu coconut milk dan espresso. Sementara itu, bakery serta dessert shop mulai membawanya ke pastry dan gelato. Tren tersebut juga mengingatkan bahwa banyak inovasi kuliner modern memiliki inspirasi dari tradisi makanan yang sudah lama berkembang di tempat lain. Karena itu, Sweetcorn Latte menjadi lebih dari sekadar minuman unik. Ia menunjukkan bagaimana pertukaran budaya, kreativitas, dan media sosial dapat mengubah cara orang melihat satu bahan sederhana.
